Rabu, 20 Juni 2012

TIPE SURVEYING


Apakah kita harus memperhitungkan permukaan bumi sebagai bidang datar ataukah sebagai bidang lengkung sebagaimana kenyataannya, hal ini tergantung dari sifat dan pentingnya pengukuran yang akan dilakukan dan ketepatan yang dikehendaki. Berhubungan dengan hal ini kita mengenal dua tipe surveying, yaitu plane surveying dan geodetic surveying.
1.       Plane Surveying
Yaitu suatu pengukuran dimana permukaan bumi dianggap sebagai bidang datar atau lengkung bumi diabaikan. Tipe ini adalah yang umum digunakan dalam pengukuran untuk luasan atau  jarak yang tidak besar. Sebagai contoh:
a.       Jarak busur pada level line (arc) sepanjang 11,5 miles (17,5 km) hanya berbeda atau lebih panjang 0,05 feet (0,13 cm) disbanding dengan jarak tali busur (chord).
b.      Jumlah sudut-sudut segitiga datar hanya berbeda 1 sekon disbanding segitiga lengkung pada luasan sebesar 75,5 miles2 = 180 km2 = 18.000 ha.

2.       Geodetic Surveying
Yaitu suatu tipe surveying dimana bentuk bola bumi turut diperhitungkan. Merupakan surveying yang meliputi luasan atau jarak yang besar, misalnya untuk luasan suatu Negara dan sebagainya.
Geodetic surveying dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Luasan memperhitungkan bulatan bumi adalah sempurna
b.      Luasan memperhitungkan bulatan bumi sesuai dengan kenyataan sebenarnya yaitu adanya kepepatan dan ketidakrataan permukaan bumi


Sumber : Hardjoamidjojo, Soedodo. 1990. Ilmu Ukur Tanah ( Surveying ). Bogor : Institut Pertanian Bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarmu ditunggu ya.. :)